Wednesday, August 31, 2011
Must know about trading
Berikut ini adalah bebearap petunjukan apa saja yang harus dilakukan sebelum anda terjun ke bisnis trading. Secara terpisah petunjuk ini satu persatu telah kita posting sehingga catatan ini sebenarnya hanyalah merupakan rangkuman dari posting-posting terdahulu yang telah disampaikan secara terpisah.
Dalam melakukan trading perhatikanlah hal-hal yang berikut ini:
Jangan sekali-kali melakukan trading dengan menggunakan dana yang diperlukan untuk keperluan hidup keluarga. Dana yang akan digunakan harus sudah terlepas dari dana yang diperlukan untuk keluarga baik itu merupakan keperluan dasar seperti sandang, papan (rumah), pangan, kesehatan, pendidikan, hiburan, tabungan masa depan (termasuk asuransi untuk keluarga). Trading disampaing peluangnya adalah bisnis yang penuh risiko. Sekali-kali janganlah mengambil modal untuk bisnis trading dari keperluan keluarga. Pakailah dana yang benar-benar telah bebas dari keperluan keluarga untuk modal trading. Sekitar 7 tahun yang lalu master candle kita Santo Vibby datang kepada saya dan berkata:"Hi ER. saya bermaksud untuk melaksanakan trading for living. Saya akan lepaskan semua pekerjaan saya dan saya akan fokus di trading termasuk untuk membiayai keluarga saya". Saya menjawab: "Wait wait Vib. Saya tahu anda sudah cukup menguasai ilmu trading dan saya tahu hasil trading anda selama ini sudah cukup bagus. Jawab terlebih dahulu pertanyaan saya ini. Diluar dana yang anda akan pakai untuk modal trading selanjutnya apakah anda sudah menyiapkan dana untuk keprluan hidup anda apakah itu sandang, papan, pangan, kesehatan, pendidikan, hiburan dan biaya hidup lainnya untuk minimum selama 2 tahun? Dia menjawab " sudah ER". Dan saya jawab "ok then go" karena saya tahu bahwa anda sudah mampu melakukan trading dengan baik. Saya tahu anda mempersiapkan diri dengan baik sekali." Catatan: Setelah itu Santo Vibby merupakan salah satu dari hanya 2 atau 3 orang trader yang memiliki sertifikat internasional analis teknikal yang ini membuktikan bahwa dia memang menyiapkan dirinya dengan baik. Ingat selalu bahwa melakukan trading dengan dana yg telah bebas, secara psikologis akan lebih tenang jika dibandingkan dengan menggunakan dananuntuk keperluan keluarga. Melakukan trading dengan mempergunakan dan keperluan keluarga akan mengalami beban yang cukup besar yaitu beban tidak boleh rugi karena jika rugi maka keluarga akan ikut merasakan kerugian tersebut. Trading adalah bisnis dimana mengalami kerugian adalah satu realita yang harus dapat diterima.
Jangan sekali-kali trading dengan menggunakan dana pinjaman sebagi modal. Menggunakan margin adalah salah satunya. Memang margin tradinglah yang memungkinkan cuan ratusan bahkan ribuan persen. Akan tetapi sebaliknya margin trading dapat mnejerumuskan pelakukanya menjadi umat yang 85%. Saran dari ER terutama bagi para newbie dan para kebanyakan trader: "Jangan lakukan margin trading. ER memiliki ceritera sedih tentang margin trading dimana salah seorang pelakunya harus menyisihkan 50% dari gajinya untuk membayar kegagalannya dan ini benar-benar terjadi. Untuk kasus ini ER sampai ikut turun tangan untuk mengatasinya."
Nilai siapa sebenarnya diri anda. Yang dapat mengetahui dengan jelas sifat anda adalah diri anda sendiri. Apakah anda penyabar, memiliki sifat tenang, disiplin ataukah pemarah, tidak disiplin dan emosional. Trader harus memiliki sifat tenang, penyabar serta disiplin yang tinggi. Posting2 kita tentang Trading Plan sangat berkaitan dengan sifat-sifat positif yang dimiliki oleh seorang trader.
Pelajari ilmunya sebelum dimulai. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi sukses. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya. Ronaldo katanya berlatih 6 jam setiap . Untuk melatih smes yg keras seorang pemain bulutangkis profesional latihan ratusan smes setiap hari. Untuk jadi dokter masuk fakultas dulu minimum 6 tahun, itupun dia tidak akan laku prakteknya sebelum dia berpengalaman. Demikian juga didalam melakukan bisnis trading. Kia harus menyiapkan diri dengan baik. Belajar ilmu-ilmunya. Diantaranya dengan mempelajari FA, TA, Mone Management dan Psikologi Trading. Memliki ilmu terlebih dahulu jauh lebih baik daripada melakukannya dengan trial dan error.
Berlatihlah terlebih dahulu sebelum terjun beneran. Lakukan latihan trading tanpa uang terlebih dahulu. Jika telah tahu caranya melakukan keputusan beli, berpura-puralah membali diharga sekian lalu lihat apa yang terjadi. Sesuaikan tidakan selanjutnya sesuai dengan trading plan yg telah kita pelajari bersama. Walaupun demikian pura-pura trading tidak sama dengan trading beneran. Dengan melakukannya kita tidak memiliki beban. Jika rugi ya tidak apa-apa karena tidak ada uang kita yang dikorbankan. Lain halnya dengan trading beneran. Rugi 2% saja sdh langsung keringat dingin keluar. Oleh karenanya lakukanlah latihan trading dengan pura-pura ini dengan tidak terlalu lama.
Mulailah sedikit-sedikit . Setelah berlatih dan mulai terjun kedunia trading beneran, mulailah dengan jumlah dan yang kecil. Walaupun demikian bukan berarti bahwa anda harus membeli saham-saham dengan harga murah. Harga saham murah mesti ada sebabnya dan biasanya saham murah disebabkan oleh kinerja perusahaan yang jelek. Mulai dengan dengan sedikit-sedikit bisa dilaksanakan dengan mulaimem beli dalam jumlah yang tidak banyak. Belilah misalnya dengan 1 atau 2 lot saja akan tetapi saham yang dibeli adalah saham dari perusahaan yang bagus. Memili saham-saham yang bagus dilaksanakan dengan melakukan analisa fundamental. Mulai dengan sedikit-sedikit akan menghindarkan beban psikologis yang diakibatkan dari timbulnya kerugian. Akan sangat berbeda pengaruhnya jika kita rugi 5% dari Rp 10 juta dengan jika rugi 5% dari Rp 100 juta.
Lindungi modal. Kita hanya dapat melakukan trading jika kita memiliki modal. Kita tidak bisa melakukan trading dengan modal dengkul. Jadi lindungilah modal kita. Banyak caranya antara lain jangan terlalu banyak menggunakan membelanjakan dalam satu posisi. Kita telah belajar aturan 2% dan aturan 6%. Coba ingat-ingat kembali aturan tersebut bagi yang telah melupakannya.
Hindari ingin cepat untung. Tujuan semacam ini bisa menimbulkan kita ingin balas dendam jika kita rugi. Perkenankan saya menganalogikan dulu dengan main judi. Kita memasang disatu angka 100 rupiah lalu kita kalah. Karena ingin cepat mengembalikan kekahalahan maka langsung kita memasang 2000 rupiah. Kalah lagi lalu kita pasang 4000 rupiah dengan harapan kekalhan terdahulu bisa cepat terbayar. Akhirnya bukan kemenangan yang kita peroleh melainkan justru kerugian yang bertambah besar yang akhirnya membuat kita tertekan yang membawa kita kepada suasana untuk mengambil keputusan secar emosional. Melakukan "average down" adalah merupakan salah satu akibat dari keinginan untuk mencari untung secara cepat.
Perhatikan selalu Trading Plan. Jangan abaikan untuk membuat trading plan sebelum kita melakukan transaksi. Secara sedehana trading palan meliputi rencana diharga berapa kita akan masuk, diharga berapa kita akan kelur (take profit atau cut loss), rencana melakukan let profit run jika harga bergerak sesuai dengan keinginan kita, berapa jumlah saham yang akan kita beli disesuaikan dengan jumlah modal kita serta aturan 2%. Disiplinlah terhadap trading plan. Trading plan menghindarkan kita dari trading secara emosional. Jangan sekali-kali merubah trading plan kita ditengah jalan. Biasanya terutama yang menggunakan online trading system dn melihat running trade, terganggu oleh gerakan-gerakan harga yang terjadi. Hindarkan hal semacam itu dengan tetap bersikap disiplin terhadap trading plan yang telah disiapkan.
Jangan menjadi trader maniak. Kualitas trader bukan ditentukan oleh banyaknya transaksi melainkan oleh hasil transaksi. Jadi hindarkan untuk menjadi maniak. Apapaun yang dinmakan maniak sifatnya tidak baik. Maniak bisa membawa kejnuhan yang akhirnya mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan. Istirahatlah sekali-kali. Aturan 6% juga mengajarkan kita untuk beristirahat terutam jika telah mengalami kerugian berturut-turut. Bukan itu saja. Jika anda telah untuk banyakpun dianjurkan sekali-kali untuk beristirahat dengan menikmati keuntungan yang telah dicapai.
Bersambung.....
Sunday, August 21, 2011
Krisis 2008, Belajar Dari Sejarah
2008 dimana 'banyak', terasuk saya jadi keledai dungu.
Tujuannya:
- Agar anda tidak mengulangi kesalahan
- Memperoleh keuntungan yg besar dari VOLATILITAS market
Ini gambar IHSG 2008:
- http://www.obrolanbandar.com/piwihsg2008.png
- Saat itu IHSG ada dilevel 2850, bursa lagi bagus dan Dirut BEJ
saat ini masih ngomong gede soal IHSG. Tapi saat itu bulan december
Embah sudah bilang Reksadana tahun depan TIDAK akan perform.
- Lalu muncul berita tentang krisis Perumahan di US
- IHSG crash 600 point dalam 3 wave
- Wave A = -300 point, (saat ini IHSG sudah turun -211 point)
belum jelas apakah sekarang ini Wave A atau sudah Wave C).
- Wave B = +100 point, rebound 33%
- Wave C = -400 point, jatuh lebih dalam lagi, total Wave A,B
dan C = -600 point
- Pada saat itu keadaan LQ45 engga bolong, jadi SAMA KEADAAANYA
dengan sekarang tapi IHSG tetap turun -600 point secara cepat.
- Penurunan ini adalah DEFENSE MECHANISM yg dilakukan BOZZ agar
lawan ENGGA BISA KABUR atau kalo mau jual, cuman bisa jual
diharga murah.
- Dan sesudah turun -600 point, IHSG diangkat +400 point
SECEPAT KILAT, jadi banyak yg untung disini kalo tahu
TAKTIK PERANG BOZZ yaitu DEFENSE MECHANISM melawan berita
Krisis perumahan di US.
- Sesudah naik +400 point, IHSG diatur agar tidak jatuh dengan
rekayasa. IHSG rebound lagi +100 point untuk meyakinkan pasar
bahawa Krisis perumahan TIDAK ada efeknya bagi IHSG.
- Sesudah pasar yakin, mulailah Distribusi BESAR2AN LQ45 dengan
mendongkrak sector Mining dan BUMI.
- Dan selanjutnya selama setahun IHSG dibantai sampe level 1100.
Mudah2an dengan mempelajari sejarah, anda bisa selamat malah
dapat untung BESAR jika Crash terjadi ....
"PIKIRAN KECIL, SEDANG DAN BESAR"
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan : "Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas". “Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya ... PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP. PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN. PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECILsenang menggunakan kata tanya “SIAPA”, PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECILakan tertarik dengan pertanyaan :“SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
SI PIKIRAN SEDANGakan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”.
Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal.
Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA,
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI.:).
Investing....
Banyak sekali Instrument Investasi dengan reward dan resiko yang berbeda-beda. Berbicara tentang resiko misalnya menyimpan uang kita sendiri di brankas dirumah mungkin resikonya 0% akan tetapi tentu saja rewardnya 0% juga. Tapi bagaimana jika tanpa kita inginkan kunci brankasnya termasuk duplikatnya hilang. Dengan segala usaha bisa saja brankas tersebut dibuka tetapi tentu dengan pengorbanan baik tenaga (pasti ada) pikiran (pasti ada) ataupun biaya (jika ada karena ada fihak yang berbaik hati untuk membantu membongkarnya). Pengorbanan tersebut adalah resiko dan rewardnya tetap 0%. Resiko lain dengan menyimpan uang dirumah adalah tentunya kemungkinan dicuri dan yang terakhir adalhal resiko inflasi dimana uang kita bertambah lama akan bertambah kecil nilainya dan pada suatu waktu nilainya juga akan menjadi 0 sama dengan kasus saham INCO yang Abas ceriterakan. (jika uang kita disimpan dirumah dengan tingkat inflasi 10% per tahun misalnya berapa nilai uang kita pada 15 tahun mendatang pada wakrtu si kecil mau masuk perguuan tinggi/)
Menurut ER tidak ada satupun didunia ini instrument investasi yang aman dengan tingkat resiko 0. Tugas kita adalah bagaimana meminimalkan resiko dari setiap investasi dimana kita terjun kedalamnya. Sebelumnya ER ingin sampaikan prinsip utama terlebih dahulu. Apapun pekerjaan kita atau usaha kita, jika kita ingin memikirkan masa depan, maka “menyisihkan sebagian (terserah mau 1%, 2% atau 25%)” dari penghasilkan kita untuk tabungan masa depan merupakan hal yang mutlak dilakukan. Tidak ada alasan satupun untuk tidak melakukannya termasuk alasan “untuk makan sehari-haripun nggak cukup mana bisa menabung”�
(ER ingin menceriterakan pengalaman ER. Bukan untuk diikuti akan tetapi hanya sebagai pembanding saja karena apa yg ER merasa benar ER lakukan belum tentu orang lain membenarkannya. Terlepas pro dan kontra tabungan asuransi, semenjak anak-anak ER masih bayi semuanya ER masukan program Asuransi Beasiswa yang pembayaran preminya ER sisihkan dari gaji ER dengan memperhitungkan kemungkinan bahwa anak-anak ER akan masuk sekolah swasta yang biaya  uang pangkalnya lebih tinggi dari sekolah atau perguruan tinggi negeri. Alhamdulillah hasil tabungan asuransi beasiswa ER dapat mebiayai uang pangkal semua anak ER mulai mereka masuk SMP, SMU maupun perguruan tinggi. Dan Alhamdulillah pula karena mereka masuk peruguruan tinggi negeri uang pangkalnya kecil sekali sehingga sisa hasil tabungan asuransi beasiswa tersebut dapat dipakai untuk keperluan-keperluan sekolahnya yang lain)
Berikut ini beberapa cara yang ER ingat beberapa instrumen investasi termasuk yang diluar pasar modal yang bisa kita lakukan dari hasil sedikit demi sedikit tabungan kita atau dana lain yang berhasil kita sisihkan dari keperluan sehari-hari.. Tentu masih banyak cara-cara yang lain.
· Do nothing investment dengan menyimpan uang dirumah. Sangat likwid Resiko telah disebutkan diatas. Resiko lain adalah jika tidak disiplin karena uangnya berada didepan mata bisa saja tergoda untuk terpakai keperluan-keperluan yang sifatnya konsumtif
· Dismpan di rekening tabungan dengan tingkat resiko yang rendah selama ada jaminan dari pemerintah. Sangat likwid akan tetapi faktor inflasi bisa menggerus nilai uang kita
· Deposito. Sifat sama dengan tabungan dengan tingkat likwiditas yang lebih rendah karena masalah-masalah birokrasi adiministrasi deposito. Inflasi juga bisa menggerus nilai uang yang kita simpan.
· Disimpan dalam bentuk perhiasan baik emas maupun logam mulia lainnya. Resiko adalah naik turunnya harga logam mulia dan jika disimpan dirumah ada resiko pencurian. Less likwid. Pengalaman ER jika ada uang, gram demi gram menabung dengan membeli instrument ini harganya dalam jangka panjang meningkat terus. Kita tinggal membandingkan tingkat inflasii dengan pertumbuhan harga logam mulia ini. ER sekarang ini punya cara. Hadiah Ultah cucu ER selalu ER berikan berupa emas (meskipun hanya 1 atau 2 gram) serta Reksadana Murah (yang menambah dananya bisa dengan cara menabung Rp250.000 kapan saja kita punya uang) dengan pesan kepada anak atau menantu saya bahwa kado saya tersebut jangan disentuh-sentuh sampai si cucu masuk perguruan tinggi. Saat ini sedang difikirkan kadonya berupa saham, apalagi jika harga saham perusahaan bagus sudah murah maka ER akan belikan 1 lot saham INCO, PTBA atau ASII misalnya dan suruh disimpan sampai cucu saya tersebut masuk perguruan tuinggi (Jika YMK mengijinkan). Tapi yang jelas meskipun murah tidak akan saya memberikan kado untuk cucu saya saham POLY atau BTEK.
· Jika tabungan kita telah terkumpul bisa dibelikan tanah dengan catatan sifatnya sangat tidaki likwid karena sukar dijual. Dalam jangka panjang harganya naik terus. Dulu paman saya bilang kalau  beli rumah maka rumahnya bisa kebakaran dan hal tersebut tidak mungkin terjadi jika disimpan dalam bentuk tanah. Resikonya jika tidak dijaga bisa diserobot orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harus memperhitungkan juga tingkat pengembalian harga jangka panjang dengan tingkat inflasi plus PBB atau biaya-biaya lain yang kita keluarkan untuk menyimpan tanah tersebut.
· Bagi yang uang tabungannya sudah terkumpul bisa dibelikan sepeda motor atau Bajaj. Cari pengemudi untu dijadikan ojeg dan mengoperasikan Bajaj. Jangan lupa mengasuransikan speda motor dan ojegnya untuk menghindarkan resiko kehilangan dan kecelakaan. Bandingkan hasilna dengan tingkat inflasi. Resiko yang harus difikirkan juga tentunya adalah pengemudinya (nakal atau tidak).
· Bagi yang uang tabungannya sudah berlipat banyak sekali beli rumah atau apartemen. Jika lokasinya bagus bisa disewakan atau dikontrakan. Harus diperhitungkan benar hasil sewa dengan tingkat inflasi dan biaya pemeliharaan rumah/apartemen karena sifat rumah yang bertambah lama bertambah lapuk (tanahnya tentunya tidak)
· Tabungannya diinvestasikan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan ilmu, kemampuan dan keterampilan serta menjaga kesehatan kita yang bisa kita pakai mencari penghasilan setelah usia kita tua atau kita memasuki usaha pensiuan (guru, konsultan, penasihat, menulis buku tidak mengenal usia tua)
· Menginvestasikan hasil tabungan kita di instrument instrument yang lebih beresiko di financial market seperti pasar ang, obligasi, reksadana (tetap campuran, saham ) reksadana swakelola denga tingkat risk dan reward yang telah dipelajari di pelatihan-pelatihan J-Club
· Untuk menambah wawasan coba belajar dari Guru-guru Besar sperti Robert Kyosaki misalnya yang karngan-karangannya tersebar luas di toko-toko buku dan telah diterjemahkan kepada Bahasa Indonesia. Dari buku-buku tersebut kita dapat belajar banyak bagaimana kita menyiapkan masa depan kita.
Semua yang ER sampaikan diatas hanyalah apa yang ada dalam benak ER. ER kira masih banyak cara lain yang dapat dilaksanakan dan mudah-mudahan para anggota lain dapat memberikan saran atau kontribusinya.
Saran: Apapun instrument investasi yang kita masuki, pelajari resiko-resikonya dengan sekasama. Lupakan dulu hasilnya sebelum mempelajari resiko. Hasil akan mengalir setelah resikonya berhasil kita minimalkan.
