Monday, November 14, 2011

Krisis 2008 Terulang ?

"Apakah krisis kali ini akan menjadi sama seperti krisis 2008 ? "

Ada yg dengan entengnya mengatakan YA, dan ada yang tetap optimis dengan mengatakan TIDAK.

Saya pribadi sebenarnya optimis bahwa krisis kali ini tidak separah 2008 dengan melihat kondisi ekonomi Indonesia yang cukup baik, baik dari GDP, inflasi, devisa (seperti yang saya twit Jumat yg lalu). Ditambah lagi situasi para investor asing yang mengalirkan modalnya ke Asia (Chindia : China, India, Indonesia), dikarenakan pasar AS dan Eropa yang masih dalam kemelut, mereka memilih untuk memindahkan dananya ke negara2 emerging tersebut.

Rasa optimis saya bertambah ketika saya membaca data yang tercantum pada harian Media Indonesia 21 Juli 2011 di mana, Indonesia merupakan "ladang subur" bagi para investor asing, daripada China yang sudah dianggap "kepanasan" atau overheat, juga India yang punya tingkat inflasi kurang terkontrol (8-9%). Bursa Indonesia mengalami pertumbuhan paling pesat di antara saudara2nya sesama negara ASIA, dengan pertumbuhan sebesar 8.1 % hingga Juli kemarin, disusul Singapura dan Malaysia (4.9%), baru kemudian China dan Jepang yang status pertumbuhannya minus tipis pada waktu itu. Setidaknya, untuk sementara waktu, Indonesia masih diminati asing (70% investor dalam bursa Indonesia adalah asing).

Namun ternyata, dalam menjawab pertanyaan hot tersebut, tidak bisa hanya dengan beberapa pertimbangan saja. Bahkan pakar makro ekonomi yang satu bisa mempunyai pandangan yang berbeda terhadap pakar yang lainnya. Seperti ketika saya menemui seorang narasumber dari Bank Indonesia, beliau mengatakan bahwa tidak semua investasi asing tersebut masuk dalam FDI (Foreign Direct Investment). Beliau juga mengatakan bahwa dalam menilai pengaruh krisis dalam sebuah negara tidak bisa hanya dipandang dari pertumbuhan ekonomi atau cadangan devisa.

Singkat cerita, saya menyimpulkan, bahwa para pakar makro ekonomi pun mempunyai pandangan masing2, dan tidak ada seorang pun yang bisa menjawab pertanyaan di atas hanya dengan "YA" atau "TIDAK". Hal itu berkaitan dengan kebijakan2 yang diambil sebuah negara ketika krisis sedang berlangsung. Beda kebijakan maka akan beda pula hasilnya.

PAda akhirnya, saya pribadi mengambil sebuah kesimpulan...

Terlepas dari adanya krisis besar ataupun tidak, hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah BAGAIMANA MENYIKAPI APA YG SEDANG TERJADI.


Leaders don't do different things, but they do things DIFFERENTLY !!

Lalu apa yang harus kita lakukan jika terjadi krisis seperti tahun 2008 ?

Tidak ada yang tahu akan sedalam apa krisis tersebut. Namun yang terpenting, kita harus mengambil langkah pemenang. Apa itu ?

Bila terjadi krisis, bukankah sebenarnya ini merupakan kesempatan besar bagi investor untuk mendapatkan harga super diskon ?

Saya seringkali masih bernostalgia dengan chart di masa lalu, yaitu pada tahun 2008 bulan Oktober, dimana terjadi diskon besar2an. Waktu itu harga ASII menyentuh level Rp 7500 (sekarang sudah menyentuh level tertinggi Rp 75.000), harga saham PTBA sekitar Rp 4300, dan hingga hari ini telah tersentuh level tertinggi sekitar Rp 25.000.

Hm.... saya sungguh sering berandai2 ingin kembali ke masa itu.

Namun, jika saat ini kita benar2 diberi kesempatan kedua untuk mencicipi diskon seperti waktu itu, siapkah kita ????

Leaders, yang perlu kita lakukan untuk menghadapi krisis tak lain adalah hal2 yang sangat sederhana seperti :
alt


1. Traders, boleh tetap trading, dengan memanfaatkan momentum short term / teknikal rebound pada daytrade. Untuk hal ini saya sarankan traders yang sudah benar2 profesional dan menggunakan tools yang tepat yaitu data ealtime intraday! Trader profesional yang saya maksud adalah mereka yang sudah terbiasa membuat dan disiplin pada trading plan. Traders pemula tidak saya sarankan untuk mengambil langkah pada point 1 ini karena sangat bahaya jika belum bisa disiplin pada proteksi dan profit taking. Point 1 biasa disebut scalping atau daytrade.

2. Gunakan Money Management yang tepat, jangan gunakan semua cash Anda. Sisakan paling tidak 50% dari cash Anda untuk menyambut harga super diskon. Saran saya jangan gunakan lebih dari 50% total modal Anda dalam kondisi seperti ini.

3. Batasi jumlah saham yg dibeli. Jika dulu Anda beli saham @ 20% dari total portofolio, sekarang boleh dikurangi hingga 10-15% per saham.

4. Atau, jika Anda tetap beli sebesar 20%, batasi jenis saham yang dibeli. Jika dulu beli 5 saham dalam porto, sekarang cukup 2 atau 3 !!! *Ada yang bilang ... dikit amat ... kaga afdol :p * Hm... jika Anda tetap overtrade .... apa yang akan Anda gunakan untuk beli barang diskon nanti ??? Pada akhirnya hanya akan gigit jari , melihat investor lain borong harga obral !

Saya tidak mengatakan bahwa the great crisis pasti terjadi. Tidak ada seorang pun yang tahu dengan pasti. Namun, alangkah baiknya jika kita bisa waspada dan WE DO THINGS DIFFERENTLY ! Jangan serakah, batasi posisi. Profit banyak memang lebih baik daripada profit sedikit. Namun profit sedikit lebih baik daripada tidak profit sama sekali atau malah rugi.

Trading is that simple, it's all about our mindset and ATTITTUDE.

Semoga bermanfaat.

Monday, November 7, 2011

Anugerah Business Review Award 2011





Berkat kerjasama, dukungan dan doa dari seluruh Kresnan, pada hari, Jum’at, tanggal 4 November 2011

di Nusa Dua Beach Hotel & Spa Bali, Kresna Securities memperoleh penghargaan untuk kedua kalinya (sebelum nya

tahun 2010) sebagai : ”The Best CEO on Innovation Management of the Year 2011, selain itu Kresna Securities

mendapat penghargaan juga sebagai The Best 4 of Corporate Communication of The Year 2011 dan The Best 5

Finance Performance of The Year 2011” dari Anugerah Business Review 2011.



Penyelenggaraan Anugerah Business Review tersebut adalah untuk ke-8 kalinya dan diselenggarakan setiap tahun

sejak 2004, dimana pesertanya terdiri dari Listed Company, BUMN & Swasta Nasional/Multinasional.

Perusahaan-perushaan tersebut merupakan pilihan dari 650 perusahaan yang telah diseleksi atas Prestasi dan

Pencapaian Kinerja yang telah diraih selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010.



Penghargaan ini merupakan apresiasi dan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan

di Indonesia yang telah berhasil sehingga perusahaan semakin terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya

dalam pembangunan perekonomian nasional melalui peningkatan kinerja dan profesionalisme, GCG serta daya saing

perusahaan.

Tuesday, October 4, 2011

The Healing and Discovering the Power of the Water

Utk yg blm tau,, Selama 5 menit MARAH, imun sistem tubuh kita depressi 6 jam.

Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit. STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.

Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).

Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit
LEUKEMIA (kanker darah putih).

Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.

Sumber: Buku "The Healing and Discovering the Power of the Water" by Dr. Masaru Emoto

Saturday, September 10, 2011

Tips Trading Di Pasar Yang Volatile

Akhir-akhir ini kita menghadapi pasar yang sangat volatile, fluktuatif dan bergejolak. Seiring dengan buruknya perekonomian di AS dan zona Eropa, hampir tiap hari kita melihat Dow Jones naik 300 poin, tapi hari berikutnya turun -300 poin lagi. Contoh lain harga emas naik cepat dari 1800 ke 1920, kemudian dua hari berikutnya rontok ke 1750, dan beberapa hari kemudian kembali ke 1900-an. Seperti naik roller coster yang penuh tanjakan, turunan dan tikungan.

Pasar yang volatil seperti ini biasanya disukai trader karena menjanjikan keuntungan besar. Tapi si sisi sebaliknya juga memberikan potensi kerugian yang tidak kalah besar, apalagi bila trader tidak mempersiapkan diri dengan baik. Trading di pasar seperti ini membutuhkan perubahan strategi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan saat trading di pasar yang sangat volatile
1. Hanya trading bila Anda yakin
Biasanya trader ingin memanfaatkan kondisi pasar yang volatile, tergoda untung besar malah menambah dengan menambah jumlah lot atau frekuensi trading. Godaan ini sepatutnya dihindari. Walaupun bisa untung besar, potensi rugi juga sama besar. Sebelum memasang order, pertimbangkan risk dan reward sesuai kemampuan mental dan finansial Anda terlebih dahulu.
2. Gunakan leverage yang rendah
Di pasar yang volatile, bila sampai rugi bisa sangat sadis. Untuk itu pertimbangkan untuk mengurangi jumlah lot. Atau bagi trader saham tidak menggunakan margin terlalu besar. Bahkan sebaiknya tidak menggunakan margin yang disediakan broker sama sekali. Menggunakan jumlah lot yang lebih kecil juga memiliki keuntungan, yaitu Anda bisa memasang level stop loss lebih lebar untuk mengantisipasi swing harga yang lebih lebar.
3. Lebih disiplin
Selama trading di pasar yang volatile, trader harus lebih disiplin pada sistem yang ia gunakan. Patuh pada signal jual atau beli apapun yang terjadi. Hal ini akan membantu di saat pergerakan harga menjadi liar. Tanpa disiplin ketat seperti ini, kemungkinan akun trading ambrol sangat besar.
4. Selalu pasang stop loss level
Banyak trader tidak mau memasang stop loss level karena melihat harga bergerak naik turun, sehingga diharapkan harga bergerak kembali ke level semula. Hal ini adalah hal yang tidak seharusnya terjadi. Seharusnya trader semakin rajin memasang stop loss level. Di pasar yang volatile, setiap kali support dan resistance tertembus, harga akan bergerak lebih kencang. Itu adalah potensi rugi lebih besar. Itulah sebabnya kita perlu lebih rajin memasang stop loss, bukan sebaliknya.
5. Bersiap pada segala kemungkinan
Trader harus bersiap sedia pada segala kemungkinan. Di pasar yang volatil, panik, serakah dan takut campur aduk menjadi satu. Setiap kali ada berita fundamental, yang seringkali di pasar normal dianggap remeh, bisa menjadi pemicu panic selling atau buying.
6. Lakukan short term trading.
Tradinglah dalam jangka waktu yang lebih pendek bilamana perlu. Tektok dengan jumlah lot tidak terlalu besar. Setelah pasar kembali normal Anda kembali bisa trading dalam jangka panjang.
7. Berhati-hati melakukan Analisis Teknikal
Di pasar yang volatile, banyak indikator Analisis Teknikal bisa menjadi tidak bisa diandalkan, terutama yang berbasis trend. Karena trend menjadi liar, sebentar terlihat bullish dan sebentar terlihat bearish. Untuk perlu berhati-hati menginterpretasikan Analisis Teknikal
8. Jangan terlalu banyak mendengarkan berita
Fokus pada chart. Terlalu banyak mendengarkan berita yang simpang siur, sebentar bullish, sebentar kemudian bearish, malah akan menambah beban stress di kepala Anda. Dengan fokus pada chart Anda akan lebih tenang dalam trading Juga tidak perlu repot-repot memprediksi harga mau kemana. Di pasar yang volatile, harga akan bergerak suka-suka. Yang kita perlukan cukup antisipasi saja. Untuk itulah trader cukup fokus pada chart.
9. Maklumlah bila sulit mendapatkan keuntungan
Umumnya sulit untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang tidak mudah ditebak. Karena itu bila posisi Anda loss tidak perlu kecil hati. Banyak yang senasib. Tenangkan pikiran. Kalau perlu istirahat dahulu dari trading. Kemudian kembali lagi saat pikiran sudah tenang, atau menunggu dan kembali saat pasar sudah cenderung normal kembali

artikel asli di http://t.co/uhIelTC

Wednesday, August 31, 2011

Must know about trading

trading sangat menjanjikan. Pelakunya bisa memperoleh ratusan bahkan ribuan persen dalam satu tahun. Susahnya trading bukan untuk semua orang. Trading hanya diperuntukan bagi mereka-mereka yang mempersiapkan diri dengan baik untuk melakukannya. Survey menunjukan bahwa dari mereka-mereka yang mecari peluang di bisnis trading hanya 15% yang berhasil. Sisanya sebanyak 85% hilang dari peredaran bahkan banyak dari mereka yang bangkrut

Berikut ini adalah bebearap petunjukan apa saja yang harus dilakukan sebelum anda terjun ke bisnis trading. Secara terpisah petunjuk ini satu persatu telah kita posting sehingga catatan ini sebenarnya hanyalah merupakan rangkuman dari posting-posting terdahulu yang telah disampaikan secara terpisah.

Dalam melakukan trading perhatikanlah hal-hal yang berikut ini:

Jangan sekali-kali melakukan trading dengan menggunakan dana yang diperlukan untuk keperluan hidup keluarga. Dana yang akan digunakan harus sudah terlepas dari dana yang diperlukan untuk keluarga baik itu merupakan keperluan dasar seperti sandang, papan (rumah), pangan, kesehatan, pendidikan, hiburan, tabungan masa depan (termasuk asuransi untuk keluarga). Trading disampaing peluangnya adalah bisnis yang penuh risiko. Sekali-kali janganlah mengambil modal untuk bisnis trading dari keperluan keluarga. Pakailah dana yang benar-benar telah bebas dari keperluan keluarga untuk modal trading. Sekitar 7 tahun yang lalu master candle kita Santo Vibby datang kepada saya dan berkata:"Hi ER. saya bermaksud untuk melaksanakan trading for living. Saya akan lepaskan semua pekerjaan saya dan saya akan fokus di trading termasuk untuk membiayai keluarga saya". Saya menjawab: "Wait wait Vib. Saya tahu anda sudah cukup menguasai ilmu trading dan saya tahu hasil trading anda selama ini sudah cukup bagus. Jawab terlebih dahulu pertanyaan saya ini. Diluar dana yang anda akan pakai untuk modal trading selanjutnya apakah anda sudah menyiapkan dana untuk keprluan hidup anda apakah itu sandang, papan, pangan, kesehatan, pendidikan, hiburan dan biaya hidup lainnya untuk minimum selama 2 tahun? Dia menjawab " sudah ER". Dan saya jawab "ok then go" karena saya tahu bahwa anda sudah mampu melakukan trading dengan baik. Saya tahu anda mempersiapkan diri dengan baik sekali." Catatan: Setelah itu Santo Vibby merupakan salah satu dari hanya 2 atau 3 orang trader yang memiliki sertifikat internasional analis teknikal yang ini membuktikan bahwa dia memang menyiapkan dirinya dengan baik. Ingat selalu bahwa melakukan trading dengan dana yg telah bebas, secara psikologis akan lebih tenang jika dibandingkan dengan menggunakan dananuntuk keperluan keluarga. Melakukan trading dengan mempergunakan dan keperluan keluarga akan mengalami beban yang cukup besar yaitu beban tidak boleh rugi karena jika rugi maka keluarga akan ikut merasakan kerugian tersebut. Trading adalah bisnis dimana mengalami kerugian adalah satu realita yang harus dapat diterima.
Jangan sekali-kali trading dengan menggunakan dana pinjaman sebagi modal. Menggunakan margin adalah salah satunya. Memang margin tradinglah yang memungkinkan cuan ratusan bahkan ribuan persen. Akan tetapi sebaliknya margin trading dapat mnejerumuskan pelakukanya menjadi umat yang 85%. Saran dari ER terutama bagi para newbie dan para kebanyakan trader: "Jangan lakukan margin trading. ER memiliki ceritera sedih tentang margin trading dimana salah seorang pelakunya harus menyisihkan 50% dari gajinya untuk membayar kegagalannya dan ini benar-benar terjadi. Untuk kasus ini ER sampai ikut turun tangan untuk mengatasinya."
Nilai siapa sebenarnya diri anda. Yang dapat mengetahui dengan jelas sifat anda adalah diri anda sendiri. Apakah anda penyabar, memiliki sifat tenang, disiplin ataukah pemarah, tidak disiplin dan emosional. Trader harus memiliki sifat tenang, penyabar serta disiplin yang tinggi. Posting2 kita tentang Trading Plan sangat berkaitan dengan sifat-sifat positif yang dimiliki oleh seorang trader.
Pelajari ilmunya sebelum dimulai. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi sukses. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya. Ronaldo katanya berlatih 6 jam setiap . Untuk melatih smes yg keras seorang pemain bulutangkis profesional latihan ratusan smes setiap hari. Untuk jadi dokter masuk fakultas dulu minimum 6 tahun, itupun dia tidak akan laku prakteknya sebelum dia berpengalaman. Demikian juga didalam melakukan bisnis trading. Kia harus menyiapkan diri dengan baik. Belajar ilmu-ilmunya. Diantaranya dengan mempelajari FA, TA, Mone Management dan Psikologi Trading. Memliki ilmu terlebih dahulu jauh lebih baik daripada melakukannya dengan trial dan error.
Berlatihlah terlebih dahulu sebelum terjun beneran. Lakukan latihan trading tanpa uang terlebih dahulu. Jika telah tahu caranya melakukan keputusan beli, berpura-puralah membali diharga sekian lalu lihat apa yang terjadi. Sesuaikan tidakan selanjutnya sesuai dengan trading plan yg telah kita pelajari bersama. Walaupun demikian pura-pura trading tidak sama dengan trading beneran. Dengan melakukannya kita tidak memiliki beban. Jika rugi ya tidak apa-apa karena tidak ada uang kita yang dikorbankan. Lain halnya dengan trading beneran. Rugi 2% saja sdh langsung keringat dingin keluar. Oleh karenanya lakukanlah latihan trading dengan pura-pura ini dengan tidak terlalu lama.
Mulailah sedikit-sedikit . Setelah berlatih dan mulai terjun kedunia trading beneran, mulailah dengan jumlah dan yang kecil. Walaupun demikian bukan berarti bahwa anda harus membeli saham-saham dengan harga murah. Harga saham murah mesti ada sebabnya dan biasanya saham murah disebabkan oleh kinerja perusahaan yang jelek. Mulai dengan dengan sedikit-sedikit bisa dilaksanakan dengan mulaimem beli dalam jumlah yang tidak banyak. Belilah misalnya dengan 1 atau 2 lot saja akan tetapi saham yang dibeli adalah saham dari perusahaan yang bagus. Memili saham-saham yang bagus dilaksanakan dengan melakukan analisa fundamental. Mulai dengan sedikit-sedikit akan menghindarkan beban psikologis yang diakibatkan dari timbulnya kerugian. Akan sangat berbeda pengaruhnya jika kita rugi 5% dari Rp 10 juta dengan jika rugi 5% dari Rp 100 juta.
Lindungi modal. Kita hanya dapat melakukan trading jika kita memiliki modal. Kita tidak bisa melakukan trading dengan modal dengkul. Jadi lindungilah modal kita. Banyak caranya antara lain jangan terlalu banyak menggunakan membelanjakan dalam satu posisi. Kita telah belajar aturan 2% dan aturan 6%. Coba ingat-ingat kembali aturan tersebut bagi yang telah melupakannya.
Hindari ingin cepat untung. Tujuan semacam ini bisa menimbulkan kita ingin balas dendam jika kita rugi. Perkenankan saya menganalogikan dulu dengan main judi. Kita memasang disatu angka 100 rupiah lalu kita kalah. Karena ingin cepat mengembalikan kekahalahan maka langsung kita memasang 2000 rupiah. Kalah lagi lalu kita pasang 4000 rupiah dengan harapan kekalhan terdahulu bisa cepat terbayar. Akhirnya bukan kemenangan yang kita peroleh melainkan justru kerugian yang bertambah besar yang akhirnya membuat kita tertekan yang membawa kita kepada suasana untuk mengambil keputusan secar emosional. Melakukan "average down" adalah merupakan salah satu akibat dari keinginan untuk mencari untung secara cepat.
Perhatikan selalu Trading Plan. Jangan abaikan untuk membuat trading plan sebelum kita melakukan transaksi. Secara sedehana trading palan meliputi rencana diharga berapa kita akan masuk, diharga berapa kita akan kelur (take profit atau cut loss), rencana melakukan let profit run jika harga bergerak sesuai dengan keinginan kita, berapa jumlah saham yang akan kita beli disesuaikan dengan jumlah modal kita serta aturan 2%. Disiplinlah terhadap trading plan. Trading plan menghindarkan kita dari trading secara emosional. Jangan sekali-kali merubah trading plan kita ditengah jalan. Biasanya terutama yang menggunakan online trading system dn melihat running trade, terganggu oleh gerakan-gerakan harga yang terjadi. Hindarkan hal semacam itu dengan tetap bersikap disiplin terhadap trading plan yang telah disiapkan.
Jangan menjadi trader maniak. Kualitas trader bukan ditentukan oleh banyaknya transaksi melainkan oleh hasil transaksi. Jadi hindarkan untuk menjadi maniak. Apapaun yang dinmakan maniak sifatnya tidak baik. Maniak bisa membawa kejnuhan yang akhirnya mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan. Istirahatlah sekali-kali. Aturan 6% juga mengajarkan kita untuk beristirahat terutam jika telah mengalami kerugian berturut-turut. Bukan itu saja. Jika anda telah untuk banyakpun dianjurkan sekali-kali untuk beristirahat dengan menikmati keuntungan yang telah dicapai.
Bersambung.....

Sunday, August 21, 2011

Krisis 2008, Belajar Dari Sejarah

bukan mau nakut2in tapi cuman mau memutar kembali film koreksi
2008 dimana 'banyak', terasuk saya jadi keledai dungu.

Tujuannya:
- Agar anda tidak mengulangi kesalahan
- Memperoleh keuntungan yg besar dari VOLATILITAS market

Ini gambar IHSG 2008:
- http://www.obrolanbandar.com/piwihsg2008.png

- Saat itu IHSG ada dilevel 2850, bursa lagi bagus dan Dirut BEJ
saat ini masih ngomong gede soal IHSG. Tapi saat itu bulan december
Embah sudah bilang Reksadana tahun depan TIDAK akan perform.
- Lalu muncul berita tentang krisis Perumahan di US
- IHSG crash 600 point dalam 3 wave
- Wave A = -300 point, (saat ini IHSG sudah turun -211 point)
belum jelas apakah sekarang ini Wave A atau sudah Wave C).
- Wave B = +100 point, rebound 33%
- Wave C = -400 point, jatuh lebih dalam lagi, total Wave A,B
dan C = -600 point
- Pada saat itu keadaan LQ45 engga bolong, jadi SAMA KEADAAANYA
dengan sekarang tapi IHSG tetap turun -600 point secara cepat.
- Penurunan ini adalah DEFENSE MECHANISM yg dilakukan BOZZ agar
lawan ENGGA BISA KABUR atau kalo mau jual, cuman bisa jual
diharga murah.
- Dan sesudah turun -600 point, IHSG diangkat +400 point
SECEPAT KILAT, jadi banyak yg untung disini kalo tahu
TAKTIK PERANG BOZZ yaitu DEFENSE MECHANISM melawan berita
Krisis perumahan di US.
- Sesudah naik +400 point, IHSG diatur agar tidak jatuh dengan
rekayasa. IHSG rebound lagi +100 point untuk meyakinkan pasar
bahawa Krisis perumahan TIDAK ada efeknya bagi IHSG.
- Sesudah pasar yakin, mulailah Distribusi BESAR2AN LQ45 dengan
mendongkrak sector Mining dan BUMI.
- Dan selanjutnya selama setahun IHSG dibantai sampe level 1100.

Mudah2an dengan mempelajari sejarah, anda bisa selamat malah
dapat untung BESAR jika Crash terjadi ....

"PIKIRAN KECIL, SEDANG DAN BESAR"


Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan : "Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas". “Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya ... PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP. PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN. PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECILsenang menggunakan kata tanya “SIAPA”, PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECILakan tertarik dengan pertanyaan :“SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
SI PIKIRAN SEDANGakan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”.
Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal.
Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA,
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI.:).

Investing....

Banyak sekali Instrument Investasi dengan reward dan resiko yang berbeda-beda. Berbicara tentang resiko misalnya menyimpan uang kita sendiri di brankas dirumah mungkin resikonya 0% akan tetapi tentu saja rewardnya 0% juga. Tapi bagaimana jika tanpa kita inginkan kunci brankasnya termasuk duplikatnya hilang. Dengan segala usaha bisa saja brankas tersebut dibuka tetapi tentu dengan pengorbanan baik tenaga (pasti ada) pikiran (pasti ada) ataupun biaya (jika ada karena ada fihak yang berbaik hati untuk membantu membongkarnya). Pengorbanan tersebut adalah resiko dan rewardnya tetap 0%. Resiko lain dengan menyimpan uang dirumah adalah tentunya kemungkinan dicuri dan yang terakhir adalhal resiko inflasi dimana uang kita bertambah lama akan bertambah kecil nilainya dan pada suatu waktu nilainya juga akan menjadi 0 sama dengan kasus saham INCO yang Abas ceriterakan. (jika uang kita disimpan dirumah dengan tingkat inflasi 10% per tahun misalnya berapa nilai uang kita pada 15 tahun mendatang pada wakrtu si kecil mau masuk perguuan tinggi/)

Menurut ER tidak ada satupun didunia ini instrument investasi yang aman dengan tingkat resiko 0. Tugas kita adalah bagaimana meminimalkan resiko dari setiap investasi dimana kita terjun kedalamnya. Sebelumnya ER ingin sampaikan prinsip utama terlebih dahulu. Apapun pekerjaan kita atau usaha kita, jika kita ingin memikirkan masa depan, maka “menyisihkan sebagian (terserah mau 1%, 2% atau 25%)” dari penghasilkan kita untuk tabungan masa depan merupakan hal yang mutlak dilakukan. Tidak ada alasan satupun untuk tidak melakukannya termasuk alasan “untuk makan sehari-haripun nggak cukup mana bisa menabung”

(ER ingin menceriterakan pengalaman ER. Bukan untuk diikuti akan tetapi hanya sebagai pembanding saja karena apa yg ER merasa benar ER lakukan belum tentu orang lain membenarkannya. Terlepas pro dan kontra tabungan asuransi, semenjak anak-anak ER masih bayi semuanya ER masukan program Asuransi Beasiswa yang pembayaran preminya ER sisihkan dari gaji ER dengan memperhitungkan kemungkinan bahwa anak-anak ER akan masuk sekolah swasta yang biaya  uang pangkalnya lebih tinggi dari sekolah atau perguruan tinggi negeri. Alhamdulillah hasil tabungan asuransi beasiswa ER dapat mebiayai uang pangkal semua anak ER mulai mereka masuk SMP, SMU maupun perguruan tinggi. Dan Alhamdulillah pula karena mereka masuk peruguruan tinggi negeri uang pangkalnya kecil sekali sehingga sisa hasil tabungan asuransi beasiswa tersebut dapat dipakai untuk keperluan-keperluan sekolahnya yang lain)

Berikut ini beberapa cara yang ER ingat beberapa instrumen investasi termasuk yang diluar pasar modal yang bisa kita lakukan dari hasil sedikit demi sedikit tabungan kita atau dana lain yang berhasil kita sisihkan dari keperluan sehari-hari.. Tentu masih banyak cara-cara yang lain.

· Do nothing investment dengan menyimpan uang dirumah. Sangat likwid Resiko telah disebutkan diatas. Resiko lain adalah jika tidak disiplin karena uangnya berada didepan mata bisa saja tergoda untuk terpakai keperluan-keperluan yang sifatnya konsumtif

· Dismpan di rekening tabungan dengan tingkat resiko yang rendah selama ada jaminan dari pemerintah. Sangat likwid akan tetapi faktor inflasi bisa menggerus nilai uang kita

· Deposito. Sifat sama dengan tabungan dengan tingkat likwiditas yang lebih rendah karena masalah-masalah birokrasi adiministrasi deposito. Inflasi juga bisa menggerus nilai uang yang kita simpan.

· Disimpan dalam bentuk perhiasan baik emas maupun logam mulia lainnya. Resiko adalah naik turunnya harga logam mulia dan jika disimpan dirumah ada resiko pencurian. Less likwid. Pengalaman ER jika ada uang, gram demi gram menabung dengan membeli instrument ini harganya dalam jangka panjang meningkat terus. Kita tinggal membandingkan tingkat inflasii dengan pertumbuhan harga logam mulia ini. ER sekarang ini punya cara. Hadiah Ultah cucu ER selalu ER berikan berupa emas (meskipun hanya 1 atau 2 gram) serta Reksadana Murah (yang menambah dananya bisa dengan cara menabung Rp250.000 kapan saja kita punya uang) dengan pesan kepada anak atau menantu saya bahwa kado saya tersebut jangan disentuh-sentuh sampai si cucu masuk perguruan tinggi. Saat ini sedang difikirkan kadonya berupa saham, apalagi jika harga saham perusahaan bagus sudah murah maka ER akan belikan 1 lot saham INCO, PTBA atau ASII misalnya dan suruh disimpan sampai cucu saya tersebut masuk perguruan tuinggi (Jika YMK mengijinkan). Tapi yang jelas meskipun murah tidak akan saya memberikan kado untuk cucu saya saham POLY atau BTEK.

· Jika tabungan kita telah terkumpul bisa dibelikan tanah dengan catatan sifatnya sangat tidaki likwid karena sukar dijual. Dalam jangka panjang harganya naik terus. Dulu paman saya bilang kalau  beli rumah maka rumahnya bisa kebakaran dan hal tersebut tidak mungkin terjadi jika disimpan dalam bentuk tanah. Resikonya jika tidak dijaga bisa diserobot orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harus memperhitungkan juga tingkat pengembalian harga jangka panjang dengan tingkat inflasi plus PBB atau biaya-biaya lain yang kita keluarkan untuk menyimpan tanah tersebut.

· Bagi yang uang tabungannya sudah terkumpul bisa dibelikan sepeda motor atau Bajaj. Cari pengemudi untu dijadikan ojeg dan mengoperasikan Bajaj. Jangan lupa mengasuransikan speda motor dan ojegnya untuk menghindarkan resiko kehilangan dan kecelakaan. Bandingkan hasilna dengan tingkat inflasi. Resiko yang harus difikirkan juga tentunya adalah pengemudinya (nakal atau tidak).

· Bagi yang uang tabungannya sudah berlipat banyak sekali beli rumah atau apartemen. Jika lokasinya bagus bisa disewakan atau dikontrakan. Harus diperhitungkan benar hasil sewa dengan tingkat inflasi dan biaya pemeliharaan rumah/apartemen karena sifat rumah yang bertambah lama bertambah lapuk (tanahnya tentunya tidak)

· Tabungannya diinvestasikan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan ilmu, kemampuan dan keterampilan serta menjaga kesehatan kita yang bisa kita pakai mencari penghasilan setelah usia kita tua atau kita memasuki usaha pensiuan (guru, konsultan, penasihat, menulis buku tidak mengenal usia tua)

· Menginvestasikan hasil tabungan kita di instrument instrument yang lebih beresiko di financial market seperti pasar ang, obligasi, reksadana (tetap campuran, saham ) reksadana swakelola denga tingkat risk dan reward yang telah dipelajari di pelatihan-pelatihan J-Club

· Untuk menambah wawasan coba belajar dari Guru-guru Besar sperti Robert Kyosaki misalnya yang karngan-karangannya tersebar luas di toko-toko buku dan telah diterjemahkan kepada Bahasa Indonesia. Dari buku-buku tersebut kita dapat belajar banyak bagaimana kita menyiapkan masa depan kita.

Semua yang ER sampaikan diatas hanyalah apa yang ada dalam benak ER. ER kira masih banyak cara lain yang dapat dilaksanakan dan mudah-mudahan para anggota lain dapat memberikan saran atau kontribusinya.

Saran: Apapun instrument investasi yang kita masuki, pelajari resiko-resikonya dengan sekasama. Lupakan dulu hasilnya sebelum mempelajari resiko. Hasil akan mengalir setelah resikonya berhasil kita minimalkan.

Wednesday, July 27, 2011

kind of Trader

Selamat makan siang...

Meet Jack:

jack.png

Jack is a professional trader.

He makes all his money trading the Forex market. He has been trading for five years.

He is patient, disciplined and, in his trading, he is fearless.

Meet Tom:

tom.png

Tom is a newbie.

He barely manages to break-even with his trading. He has been trading for six months.

Tom takes unnecessary risks as he is undisciplined, and he panics when he takes a trade.

Let's imagine we have a super profitable system. On paper, traded mechanically, this system has an average of seven wins from ten trades. Now, let's imagine we give both Jack and Tom this method and they trade it.

What do you think will happen?

Jack will take the system, take the trades, and make a lot of pips. In fact, Jack will probably improve the efficiency of the system and bump it up to eight winners out of ten.

Tom will take the system, take the trades, and pretty much screw it all up. As I said, trading it mechanically will give Tom an average of seven out of ten winners. However, Tom will be lucky to get five out of ten winners.

Why does it work this way?

It all comes down to two things; psychology and experience.

There isn't much you can do about experience. So let's take a look at some of the dangerous psychological pitfalls. Hopefully, after reading this, you will be able to see them coming and stop them, before they destroy your account.

4 Psychological Pitfalls

1. The Desire to be Rich

The desire to be rich manifests itself in many ways. The main ways are fear and greed and they inevitably lead to other problems. If you think about it the majority of the issues newbie's have stem from the desire to be rich. Things such as:

  1. Over trading
  2. Poor money management by risking too much

Forex will not make you rich in the short term. It will likely take years before you're trading well enough to leave your day job. Forex is a career and in the long run, if you're successful, it can give you a very relaxed life. However, if you started trading last week and you plan to quit your job in six months, because you anticipate being rich enough to buy a Ferrari, you are delusional.

This is a career, not a get rich quick scheme. If you want to be rich quick hit the casinos. You have a better chance of winning there.

2. Fear of Losing

From a young age, we are taught that money is important. That without money you have no real value. We are conditioned into believing, that to be successful when we grow up, we must have lots of money. This in turn causes people to be afraid of losing money. This is because the reverse is also true. If you lost money then you are a failure as it is the opposite of making money. This in turn leads to some newbie traders being afraid to pull the trigger and actually taking a trade.

Some newbie's trade demo accounts for two years, never summoning the courage to open a live account. Some newbie traders with live accounts panic whenever they enter a trade and, in turn, make rash decisions.

Take a look at people like Richard Branson, Donald Trump, Alan Sugar and Warren Buffet. These guys are all billionaires (or close enough to it) and each of them has failed many times. Richard Branson has spearheaded many failed ventures. Did those failures set him back though? Hell no! The man is going to start flying people to space at $200k per head, next year, with Virgin Galactic.

I think losing some money to the markets is actually beneficial. It teaches you some very important lessons. What is damaging is the fear of losing money. The fact that you think about it puts you at much greater risk of it actually happening. You have to trade with a positive attitude. So get rid of those fears and worries, they will not do you any good.

The truth is you are going to lose money to the markets, it's unavoidable. Every professional trader has lost money. Not every trade will be profitable. The market simply doesn't always work in your favour, and there are times, especially as a newbie, that you will be stung. If you end up blowing your first live account... so be it. As long as you pick yourself up and try again, you will be a better trader for it. I blew two accounts before I started trading profitably.

3. The Need to be Right

This is a good one. Tom opens his platform and enters a dumb, baseless, long trade. He targets 100 pips and has a 50 pip stop loss. The trade goes against him immediately.

It goes down, first ten pips, then twenty pips, and then thirty pips. When it reaches forty pips, Tom decides he doesn't want to lose another trade and moves his stop loss down.

The price keeps falling and Tom continues to move his stop.

100
120
150......

Eventually Tom closes out his trade and he has lost a huge portion of his account.

Tom was not able to accept that he has taken a losing trade. He kept pushing the stop down in the hope that it would eventually turn around. The need to be right is an account killer.

4. Being Undisciplined

I saved this one for last because, even though it is one of the most common and dangerous pitfalls, it is rarely discussed. A trader who lacks discipline can never make it in this business. Many traders are guilty of lacking discipline for many different reasons.

The main culprits are what I like to call 'System Jumpers'. These are traders that are constantly tweaking and changing their trading methods. These traders do not realize that learning to trade a system efficiently takes time.

System Jumpers are traders who lack the discipline to stick to, and learn how to trade, a system. They try it for a week and when it doesn't work they jump to the next system or method.

Another common action of an undisciplined trader is abandoning a perfectly good trading method. Every trading method has periods in which it performs below average. No matter how versatile a method is it cannot perform, at peak efficiency in all market conditions. A true trader has the discipline to stick it out through the hard times.