Monday, March 3, 2014

JUMLAH KEKAYAAN SALOMO

Kata kaya adalah salah satu kata yang paling familiar bagi semua orang. Hampir semua orang di dunia ini mengejar secara fisik kata tersebut. Mungkin ini termasuk Anda yang sedang membaca artikel ini, bukankah demikian?? Saya meyakininya karena sekarang keinginan terdalam hati Anda ini sedang diekspresikan oleh senyuman Anda. ^_^ Saya berharap energy Anda masih cukup untuk mengejar hal tersebut dan Saya sangat berharap artikel ini dapat menolong Anda mengerjakan hal-hal yang penting dari semua kekayaan materi yang telah Anda dapatkan selama ini. Tidak ada satupun orang yang kekayaannya melebihi Salomo, anak Daud. Kiranya fakta-fakta berikut ini dapat menopang kesimpulan tersebut di atas. A. Daud, ayah Salomo telah meninggalkan warisan untuk pembangunan Bait Suci yang tidak diizinkan Tuhan dibangun oleh Daud (lihat 1 Tawarikh 22:14) : a) 100.000 talenta emas b) 1 juta talenta perak, c) sangat banyak tembaga dan besi, d) juga kayu dan batu aras Dari kamus Alkitab kita tahu bahwa 1 talenta = 34 kg. 1) Jadi, 100 ribu talenta emas itu sama dengan 3,4 juta kg. Kalau kita andaikan harga emas rata-rata Rp. 250.000/gram untuk emas 24 karat (harga nyata emas Rp. 325.000/gram pada April 2010), maka harga emas dari Daud tersebut adalah 3,4 milyar gram x Rp. 250.000 = Rp. 850 trilyun atau setara US$ 89,5 milyar pada kurs US$ 1 = Rp. 9500 . 2) 1 juta talenta perak itu sama dengan 34 juta kg. Kalau kita andaikan harga perak Rp. 4.500/gram (harga nyata perak sekitar Rp. 5.300/gram pada April 2010), maka harga perak tersebut adalah 34 milyar gram x Rp. 4.500 = Rp. 153 trilyun atau setara US$ 16 milyar. 3) Kita andaikan harga tembaga dan besi yang sangat banyak itu setengah harga dari perak saja yaitu Rp. 76,5 trilyun atau setara US$ 8 milyar. 4) Dan juga harga kayu dan batu aras setengah dari harga tembaga dan besi yaitu Rp. 38,25 trilyun atau setara US$ 4 milyar. Total warisan ini adalah Rp. 1117,75 trilyun atau setara US$ 117,5 milyar. B. Kekayaan Daud juga yang diwariskan kepada Salomo untuk pembangunan Bait Suci adalah batu-batu berharga seperti yang dicatat dalam 1 Tawarikh 29:2. Anggaplah harga batu-batu permata berharga ini hanya setengah dari harga kayu dan batu aras yaitu Rp. 19,125 trilyun atau setara US$ 2 milyar. C. Kekayaan pribadi Daud ditambahkan untuk Bait Suci sesuai catatan 1 Tawarikh 29:4 adalah : a) 3000 talenta emas Ofir = 3000 x 34000 gram x Rp. 250.000 = Rp. 25,5 trilyun b) 7000 talenta perak murni = 7000 x 34000 gr x Rp. 4.500 = Rp. 1,071 trilyun Total kekayaan pribadi Daud yang ditambahkan adalah Rp. 26, 571 trilyun atau setara US$ 2,8 milyar. D. Tambahan dari para pejabat istana dan lainnya (1 Tawarikh 29:7) adalah : a) 5000 talenta emas Ofir = 5000 x 34000 gram x Rp. 250.000 = Rp. 42,5 trilyun b) 10.000 talenta perak murni = 10.000 x 34000 gr x Rp. 4.500 = Rp. 1,530 trilyun c) 10.000 dirham = 10.000 x 8 gr x Rp. 250.000 = Rp. 20 milyar d) Andaikan Tembaga dan besi = Rp. 10 milyar. Total ditambahkan dari pejabat-pejabat adalah Rp. 44,33 trilyun atau setara US$ 4,7 milyar. Total Aset dari Salomo hanya dari warisan Daud dan belum termasuk kekayaan pribadinya pada waktu memerintah adalah Rp. 1207,5 trilyun atau setara US$ 127 milyar. (catatan : Kemasyhuran dan Kekayaan Salomo jauh melebihi Daud ayahnya seperti dicatat dalam 2 Tawarik 1:12,15; ”maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau. Raja membuat banyaknya emas dan perak di Yerusalem sama seperti batu, dan banyaknya pohon kayu aras sama seperti pohon ara yang tumbuh di Daerah Bukit.”) Perbandingan kekayaan dengan orang terkaya dunia menurut Forbes World’s Billionaires tahun 2009 yang diumumkan pada triwulan I tahun 2010 : 1. Carlos Slim Helu (Raja Telekomunikasi Meksiko) : US$ 53,5 milyar. 2. Bill Gates (Boss Microsoft) : US$ 53 milyar. 3. Warren Buffet (nabinya para investor saham) : US$ 47 milyar Inilah kesimpulan tentang Salomo : a. Memiliki kekayaan yang tiada tara. Hanya dari warisan orang tua saja kekayaannya belum dapat ditandingi oleh gabungan hampir 3 orang terkaya di dunia saat ini. b. Salomo merupakan manusia paling berhikmat, cerdas dan mempesona di atas muka bumi saat itu. c. Dia menduduki jabatan tertinggi kerajaan yang paling maju dan beradab saat itu di dunia. d. Salomo merupakan manusia paling banyak istrinya di dunia yang siap untuk memuaskan hasrat seksualnya. Jumlah istrinya 700 orang dari golongan bangsawan dan selir/gundik berjumlah 300 orang. (pikirkan apakah dia dapat meniduri semua istrinya itu dalam setahun yang hanya berjumlah 365 hari.) Tetapi Salomo jugalah dalam puncak kesuksesannya menulis kitab Pengkotbah dalam situasi tertekan, stress, depresi dan kehilangan arah. Pesan berulang dari kitab Pengkotbah adalah segala sesuatu sia-sia! Salomopun dalam pencarian rahasia hidup ini hanya menyimpulkan secara sederhana seperti yang tertulis dalam penutup kitab Pengkotbah bahwa Takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintahNYA adalah kewajiban setiap orang. Hal penting dari Salomo buat kita adalah pengejaran akan Tuhan dan kehendakNYA buat kita di generasi ini haruslah merupakan prioritas utama dalam hidup ini lebih dari pengejaran akan uang, kepopuleran, kedudukan ataupun kepuasan seksual semata-mata. Semoga pesan ini meredifinisikan kembali orientasi hidup dan kerja kita di dunia ini. Big God Bless You all.

Monday, February 24, 2014

DULU TRADER, KINI INVESTOR SAHAM

Handhianto Suryo Kentjono, Wakil Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) JAKARTA. Dorongan berinvestasi bisa datang kapan saja, bahkan di saat kepepet. Seperti pengalaman Handhianto Suryo Kentjono, Wakil Direktur Utama PT MNC Skyvision Tbk (MSKY). Kepepet butuh banyak uang saat merantau di negeri orang, Handhianto nekat memulai petualangan investasi dengan biaya kuliah. Ketika itu, ia tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS). Bermodal uang kuliah senilai US$ 31.000, Handhi pun memulai trading saham. "Ya, sebagai day-trader," ungkap Handhi. Ia mengaku bermodal nekat saja, karena ia tidak memiliki latar belakang atau pengetahuan sama sekali di dunia pasar modal. Pria yang menggenggam gelar PhD bidang Applied Mathematics dari University of Montana ini mengaku, tidak ada yang mengajaknya terjun ke dunia pasar modal. "Mungkin naluri ya. Jadi uangnya terbatas, kuliah masih panjang, perlu cari uang," ungkap pria 50 tahun ini terkekeh. Memang, warga negara asing yang tinggal di AS tidak boleh untuk bekerja penuh waktu. Makanya, Handhi memilih membiakkan duit di pasar yang berisiko tinggi tersebut. Selain bertransaksi saham, ia juga mengajar untuk menambah penghasilan. "Saya mengajar supaya ada pendapatan tambahan," ungkap pria yang kadang bermain gitar di waktu luangnya ini. Tentu saja, mantan Managing Director Rimba Group ini juga mengalami masa pasang surut. "Naik turun sudah pasti, namanya transaksi ini bukan investasi," katanya. Saat itu, Handhi melakukan jual beli saham berdasarkan rumor, analisis dan momentum tanpa mengetahui fundamental perusahaan. Ia mengaku beruntung, dapat melewati rontoknya Wallstreet pada tahun 1987. Ketika itu, ia sudah mengalihkan seluruh investasi sahamnya ke emas. Handhi mengatakan, ia tidak paham dengan fundamental. Ia bertransaksi saham berdasarkan momentum dan tren. Karena ia melihat momentum dan tren saham sudah mendekati bubble, ia pun lompat ke logam mulia. Sebelum kembali ke Indonesia, Handhi menjual seluruh investasinya di Amerika Serikat pada tahun 1998. Meski awalnya nekat, toh dari transaksi di pasar saham itu, ia dapat mencukupi biaya kuliahnya. Ia bahkan mengirimkan sebagian dana ke Indonesia untuk orangtua. Sekembalinya ke Indonesia, Handhi kembali membiakkan dana di pasar modal. Tapi, ia tak lagi sebagai day trader seperti semasa tinggal di AS. Saat ini, Handhi lebih memposisikan diri sebagai investor saham dan bukan trader. Maklum, keadaan dirinya sekarang sudah berubah. Dulu ia belum menikah dan punya anak. Ia kini berkeluarga dengan dua orang anak. Faktor lain yang berpengaruh juga karena filosofi investasi yang sudah berubah. "Faktornya karena saya beli perusahaan, saya berinvestasi di sana," ungkapnya. Karena perubahan filosofi ini, Handhi selalu melihat profil perusahaan sebelum membeli saham. Ia menganalisa fundamental dan prospeknya. Baginya, membeli saham berarti membeli suatu bisnis, bukan hanya saham untuk ditransaksikan. "Jadi berinvestasi berdasarkan fundamental," ujarnya. Handhi kini membagi proporsi investasinya sebanyak 70% di saham dan 30% di properti. Pemilihan saham sebagai mayoritas alokasi investasi semata karena memberi return lebih tinggi dari investasi di bidang lain. Saat ini saham-saham yang menjadi pilihan dia adalah saham sektor media dan properti. Sementara untuk investasi properti, Handhi memilih tanah dan rumah. Ia menghindari berinvestasi di apartemen karena kurang suka menempatinya. "Apartemen mungkin bagus, tapi saya termasuk old-fashioned. Saya lihatnya tanah dan rumah untuk tinggal," ujarnya. Strategi melawan pasar Ketika trading saham dahulu, Handhi menerapkan strategi contrarian investing, yaitu mengambil tindakan yang berlawanan dengan mayoritas pelaku pasar. "Waktu orang keluar, saya sadar ini waktunya beli. Ketika orang lain masuk, saya keluar," ujar Handhi. Strategi kontrarian ini, ia dapatkan dari pengalaman. Hal ini, menurut dia, berkaitan dengan psikologi orang yang kadang tidak tahu bottom. Dengan strategi ini, Handhi juga memperingatkan investor supaya jangan terbawa emosi karena kadang ada orang yang suka suatu saham dan tidak mau melepas. Handhi juga mengingatkan, supaya investor lain tidak meniru caranya bertransaksi dengan menggunakan seluruh dananya. "Saya pakai uang sekolah untuk trading. Saya tidak pakai 30%, saya pakai semua. Itu enggak bijak," ungkapnya. Kelak, jika melihat anaknya trading memakai cara seperti itu, ia akan melarangnya. Bukan berarti ia mengabaikan insting, melainkan menurutnya, memang cara itu salah dan tidak bisa dibenarkan menggunakan teori apapun. Namun, anak-anak Handhi masih perlu waktu lama sebelum bisa trading di bursa. Kedua anak Handhi masih berusia di bawah lima tahun. Untuk anak-anaknya, Handhi menginvestasikan buku dan membacakannya. "Menurut saya, haus akan pengetahuan itu harus dikembangkan ke anak," ujar Handhi.